Bagian 2: Allah bersama setiap niat baik, catatan Rumah Cahaya Penjaringan

Seperti mendapat jawaban dari Allah, seorang teman menawarkan membantu dana dengan cara menjualkan pakaian2 layak pakai, dalam bazaar yan...

Seperti mendapat jawaban dari Allah, seorang teman menawarkan membantu dana dengan cara menjualkan pakaian2 layak pakai, dalam bazaar yang sedang dikelolanya bersama teman-teman. Murni, tanpa dipotong sekian prosentase.

Saya sendiri jujur sungkan untuk meminta bantuan berbentuk uang, kecuali dari mereka yang memang dekat dan saya tahu tidak terganggu dengan itu. Jadi sebagai langkah pertama, tawaran ini pun kami manfaatkan, saya dan Bang Andi mulai bergerak, mengumpulkan baju-baju layak pakai. Dimulai dari mengirimkan sms ke banyak teman. Tapi lalu terpikir, bagaimana membuatnya lebih menarik dan lebih powerful menggalang dana? Kecuali pakaian-pakaian tersebut milik artis, mungkin harganya akan biasa saja, apalagi dijual dalam bazaar sosial biasa.

Alhamdulillah Allah memberi kemudahan lagi, Meski belum kenal dekat, Mbak Huges dengan cepat merespon. Juga Astrie Ivo. Edwin yang ketika itu sedang di luar kota bahkan mempersilakan kami mengambilnya saja di rumah, sudah disiapkan katanya.
Tentu saja bukan tidak ada sedikit hambatan. Seorang artis mengiyakan, bahkan  menyuruh kami datang mengambil malam itu juga, namun kami undur karena malam sudah terlalu larut. Anehnya ketika esoknya kami akan mengambil, si suami mengatakan istrinya sama sekali belum menyiapkan baju-baju untuk disumbangkan.

Ada juga artis yang pro partai tertentu dan bertanya, apakah bazaar ini diadakan dalam bendera partai tersebut? Sebab dia hanya akan menyumbang jika bazaar berkenaan dengan partainya.
Allah. Saya yang sudah alergi dengan politik, jadi makin alergi. Kenapa kemanusiaan juga harus dikotak-kotakan atas nama partai? Kenapa kebaikan harus terhalang bendera.
Karena dana yang minim, belakangan saya menyerah juga. Saya meminta dana kepada beberapa teman. Berapapun, kata saya.

"Bagaimana kalau seribu dua ribu?" seorang teman menggoda saya.
"Berapapun akan saya terima." ujar saya.
Alhamdulillah dana terus terkumpul. Hasil penjualan bazaar langsung saya setorkan ke Bang Andi. Semua kami catat,  hingga mudah-mudahan tidak ada yang terlewat atau terlalaikan.

Begitulah, dari hasil penjualan bazaar terkumpul sekitar empat juta rupiah. Dari sumbangan perorangan teman-teman FLP maupun FLP Wilayah, ikut menambah besarnya jumlah. Meskipun belum cukup, tapi kami sepakat untuk mulai membangun rumah cahaya penjaringan. Sambil terus berdoa dan menyusun kekuatan. Tapi sedikitpun saya tidak ragu, atau terpikir, bagaimana kalau bangunan baru jadi setengah terus uang sudah tak ada? Saya tetap yakin, Allah tidak meninggalkan setiap niat baik. Insya allah.

Bata demi bata mulai disusun. Teman-teman FOJIS mengabadikan momen ini. Sema  bergerak. Teman-teman Fojis, Romlah, Rojak, Tarjo memimpin langsung pembangunan. Lainnya ikut tersemangati. Begitulah selama pembangunan berkumpul berbagai ragam manusia. Dari yang dikenal baik, sampai yang masih berjuang dalam minuman keras, bahkan drugs. Tapi semua merasa harus membantu, minimal tenaga dan pikiran.

Dari Forum Lingkar Pena, pengurus pusat kala itu juga memberikan bantuan. Begitulah hingga akhirnya bangunan sederhana dengan ukuran 3 x  2.5 meter itu akhirnya tegak di tengah pasar. Membuat sebuah perbedaan di Rawa Bebek yang cenderung gelap. Setitik cahaya kini berpendar di sana.
Ketika bangunan siap, plang di pasang besar-besar. Tantangan lain kini di depan mata. Waktunya mengisi rumah cahaya dengan buku. Sebanyak-banyaknya.

Alhamdulillah Allah kembali memberi kemudahan. Buku-buku untuk rumah cahaya penjaringan mengalir. Dari FLP, dari penerbit rekanan FLP, juga sumbangan perorangan.  Meski tanpa melalui birokrasi yang semestinya. Ah, Allah sungguh-sungguh telah menggerakkan hati banyak orang. Pada hari H, GPU yang hanya dihubungi sehari sebelumnya, itupun melalui imel, datang membawa dua kardus besar buku-buku yang masih disampul plastik. Padahal tanpa keinginan kuat, cukup sulit menemukan lokasi rumah cahaya.
Sebagai pengisi acara, Allah menggerakkan Kang Gito Rollies, meskipun hanya dihubungi via telepon (Kang, asma gak bisa kasih apa-apa. paling traktir bakmi di sana yang terkenal enak:)). Beliau hadir  membawakan dua buah lagu yang menyentuh juga bertausiah. Mbak Yessy Gusman, setelah sebelumnya memberikan juga buku-buku untuk Rumah Cahaya, juga hadir membawa teman-teman kecil dari taman baca-nya untuk ikut tampil.

Tak ada amplop, tak ada honor. Tidak juga bagi Mas Yusron (Kak Ucon) pendongeng yang telah membawa tawa bagi wajah-wajah kecil di sana, ketika berdongeng dengan serunya.
Mas Toto menyumbang kebisaannya memotret. Warga menyumbang hidangan bagi para tamu yang dinikmati bersama usai acara (sayur asem, ikan asin, sambal terasi... wah!). Lainnya, teman-teman FOJIS mati-matian mempersiapkan dekor dan kursi bagi warga yang hadir. Juga soundsistem. semua lahir dari kerelaan.

Hari itu Rumah Cahaya Penjaringan resmi dibuka. Kang Gito Rollies, Mbak Yessy, Mbak Anas dari GPU, dan Asma bersama-sama meresmikan.
Setiap hari anak-anak sekitar, dengan bermacam usia datang dan membaca. Kaki-kaki mungil tanpa sendal, masih dengan ingus dan debu di wajah, semua ingin membaca. Teman-teman di FOJIS hingga saat ini mengurus dengan baik,  rumah cahaya penjaringan, dan terus memaksimalkannya.
Mudah-mudahan, meski tanpa donatur tetap, Rumah Cahaya Penjaringan terus berdiri dan menjadi menyebar cahaya kebajikan bagi sekitarnya. Amin.

(Teriring ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu, semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang lebih baik). --- Asma Nadia

COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Bagian 2: Allah bersama setiap niat baik, catatan Rumah Cahaya Penjaringan
Bagian 2: Allah bersama setiap niat baik, catatan Rumah Cahaya Penjaringan
http://3.bp.blogspot.com/-pbMSz7V9P5U/UhLseaFjJ2I/AAAAAAAAA8k/GgDRqHIC3f4/s1600/RC291.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-pbMSz7V9P5U/UhLseaFjJ2I/AAAAAAAAA8k/GgDRqHIC3f4/s72-c/RC291.jpg
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2013/08/bagian-2-allah-bersama-setiap-niat-baik.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2013/08/bagian-2-allah-bersama-setiap-niat-baik.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy