Tips Puisi : Buang Kata Sambung dan Keterangan

Isa Alamsyah Menulis puisi berbeda dengan cerpen atau narasi. Salah satu perbedaannya kalimat pada puisi tidak perlu diberi kata samb...

Isa Alamsyah

Menulis puisi berbeda dengan cerpen atau narasi.
Salah satu perbedaannya kalimat pada puisi tidak perlu diberi kata sambung agar berhubungan dengan kalimat berikutnya.
Justru di situ seni puisi.
Jadi gak perlu pakai kata kemudian, lalu karena, oleh karena itu, sebab, dll.

Setiap kalimat dalam puisi terpisah satu dengan lainnya tapi tetap terhubung dan berkaitan.
Berbeda dengan narasi yang kadang memang harus dikaitkan dengan kata sambung.

Saya akan memberi contoh.
Temanya tentang Indonesia sebagai surganya rokok.

Dalam narasi saya bisa menulis seperti ini:

Indonesia Surganya Rokok 

Indonesia bisa jadi pantas disebut sebagai surganya rokok. Karena di mana mana kita bisa melihat orang merokok. Mulai dari perkebunan, perkantoran, gedung parlemen dll. Semua kita dengan mudah bisa melihat orang merokok. 
Tentu saja ini menyiksa bagi yang tidak merokok.
Padahal Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV- AIDS.
Kita duduk bersanding dengan penderita HIV tidak menular tapi duduk disebelah perokok kita ketularan penyakitnya. 
Rokok kini seperti Tuhan, yang diagungkan.
Sekalipun panjangnya hanya 9 cm, banyak yang tergantung padanya.

Perhatikan narasi di atas saya memakai banyak kata sambung dan keterangan: bisa jadi, mulai dari, tentu saja, tapi, seperti, dll.

Nah sekarang bandingkan narasi saya dengan Puisi TaufiK Ismail tentag tema yang sama;

Judul Puisi: Tuhan 9 cm
Karya : TaufiK Ismail

Indonesia adalah surga yang luar biasa ramah bagi para perokok..
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok..

Di sawah petani merokok..
di pabrik pekerja merokok..
di kantor pegawai merokok..
di kabinet menteri merokok..
di parlemen anggota DPR merokok..
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok..
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok..
di perkebunan pemetik buah kopi merokok..
di perahu, nelayan penjaring ikan merokok..
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok..
di pekuburan sebelum masuk kubur merokok..


Indonesia adalah semacam sorga sangat ramah bagi perokok..
Tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok……..

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok..
di ruang kepala sekolah ada guru merokok..
di kampus mahasiswa merokok..
di ruang kuliah dosen merokok..
di rapat POMG orang tua murid merokok..
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok..??
Di angkot Kijang penumpang merokok..
di bis kota sumpek yang berdiri-yang duduk orang bertanding merokok..
di loket penjualan karcis orang merokok..
di kereta api penuh sesak orang festival merokok..
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok..di andong Yogya kusirnya merokok..sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok..


Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok..Tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok..Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita..

Di pasar orang merokok..di warung Tegal pengunjung merokok..
di restoran di toko buku orang merokok..
di kafe di diskotik para pengunjung merokok..

berbicara kita jarak setengah meter tak tertahankan asab rokok..
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok..

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di halte bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV- AIDS..

Indonesia adalah surga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia..
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa secara pasifpun kena

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok..
di apotik yang antri obat merokok..
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok..
di ruang tunggu dokter pasien merokok..
dan ada juga dokter-dokter merokok..
Istirahat main tenis orang merokok..
di pinggir lapangan voli orang merokok..
menyandang raket badminton orang merokok..
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok..
panitia pertandingan balap mobil..
pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kakisponsor perusahaan rokok..

Di kamar kecil atau toilet orang goblok merokok..
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok..
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok..

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.

Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya,ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya..

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Pada saat sudah beberapa orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba..

berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya..

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini..

Rokok memang telah menjadi tuhan bagi sebagian orang…


Bahasan tambahan:
Coba perhatikan, dalam puisi Taufik Ismail yang jauh lebih panjang dari narasi sebelumnya. Pemakaian kalimat penghubung atau keterangan sangat minim. Adapun begitu banyak contoh tempat merokok, menurut saya sengaja dibuat oleh di penyair untuk menyinggung sebanyakbanyaknya tempat dan aktivitas dengan harapan agar yang disebut orangnya bisa malu hati.
Narasi saya di atas sebenarnya diambil dari puisi ini, kalau saya menulis ulang semua isi puisi ini dalam narasi akan lebih banyak lagi kata sambung yang saya gunakan. Bisa dua kali lebih banyak kata dibutuhkan.

Jadi sebenarnya di balik kesederhanaan kata dan kalimat dalam sebuah puisi, ada pesan yang dalam (ada agenda besar terkandung) dan jika dibuat narasi akan lebih banyak membutuhkan kata.
Semoga artikel ini bermanfaat.

COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Tips Puisi : Buang Kata Sambung dan Keterangan
Tips Puisi : Buang Kata Sambung dan Keterangan
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2014/04/tips-puisi-buang-kata-sambung-dan.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2014/04/tips-puisi-buang-kata-sambung-dan.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy