Kangen Raja Faisal IbnuAbdul Azis

Oleh: (AgungPribadi) Akhir-akhir ini kerajaan ArabSaudi mendukung kudeta illegal di Mesir, kemudian bersatu dengan AMerika danIsrael me...

Oleh: (AgungPribadi)

Akhir-akhir ini kerajaan ArabSaudi mendukung kudeta illegal di Mesir, kemudian bersatu dengan AMerika danIsrael memerangi militant Suriah. Saya jadi kangen dengan Raja Faisal, RajaArab Saudi di masa lalu yang justru bersatu dengan Negara-negara Arab laindalam menyerbu Israel dan mengembargo pengiriman minyak ke Amerika. Siapagerangan Raja Faisal?


Raja Faisal adalah kepala negara Arab Saudiyang paling populer hingga saat ini. Dia pernah dinobatkan sebagai Man of theYear 1974 versi majalah TIME, sebuah media massa terkemuka di Amerika Serikat.Namun penobatan itu bukan lantaran Faisal disenangi publik Amerika, tapisebaliknya dia adalah orang yang pernah bikin pusing pemerintah Amerika, bahkanhampir membuat negara itu lumpuh akibat embargo minyak yang diprakarsainya.

Nama lengkapnya adalah FaisalIbnu Abdul Aziz Ibnu Abdul Rahman Ibnu Faisal As-Saud. Ia dilahirkan pada bulanApril 1906.

Faisal adalah putra RajaAbdul Azis ibnu Saud pendiri dinasti Saudiyah di Jazirah Arab, sekaliguspendiri Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1932.

Faisal juga keturunan langsung Muhammad binAbdul Wahhab, pendiri paham keagamaan Wahabiyah, melalui ibunya. Wahabiyahadalah suatu gerakan reformasi dan purifikasi keagamaan Islam yang menjadipenyokong utama Raja Abdul Aziz saat mendirikan Kerajaan Arab Saudi.

Pendidikan Faisal terutama adalah pendidikanagama. Di antara keluarganya dia tergolong menonjol. Debut pertamanya adalahsaat di masa remajanya, yakni saat berumur 13 tahun, Faisal berkesempatanmenjadi orang pertama dalam keluarganya yang mengunjungi Inggris dan Perancis,selepas Perang Dunia I. Di sana ia dianugerahi medali St. George dan medali St.Michael dari Raja Inggris. 

Pada umur 16 tahun Faisal dipercaya menjadipemimpin sebuah ekspedisi untuk menumpas pemberontakan sebuah suku di Asir,Hijaz bagian Selatan. Kemudian pada umur 19 tahun ia menjadi komandan pasukanyang merebut kota Jeddah dari suku Hashemit, rival dinasti Arab Saudi.

Ayahnya mengangkat Faisal menjadi Raja MudaHijaz pada tahun 1926. Setelah itu pada tahun 1930 ia diangkat menjadi menteri luarnegeri. Faisal mencapai puncak karir militernya pada tahun 1934 dengan suatukenaikan pangkat yang cepat setelah merebut pelabuhan Hoderida selama perangsingkat melawan Yaman.

Ia pergi ke Amerika Serikat untuk pertamakalinya pada saat dimulainya Perang Dunia II. Faisal kembali setelah perang ituberakhir tahun 1945. Ia ikut berpartisipasi dalam peristiwa pendirianPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945sebagai wakil Arab Saudi. 

Ketika ayahnya, Abdul Azis, wafat pada tahun1953, kakak Faisal yang bernama Saud menggantikannya. Faisal menjadi putramahkota Saud. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1954, Faisal diangkat menjadiPerdana Menteri.
Sebuah krisis keuangan pemerintah yang parahpada tahun 1958 mendorong pengalihan kekuasaan administratif secara penuhkepada Faisal. Sehingga Saud hanya sebagai simbol saja.

Pada tahun 1964, akhirnya Saud diturunkan daritahtanya, digantikan Faisal. Raja baru ini kemudian bekerja dengan penuhsemangat mempersatukan dunia Islam dan dunia Arab, sehingga menjadi pemimpinyang menonjol di dunia Islam dan dunia Arab. 

Salah satu peran pentingnya adalah turutmembidani lahirnya Organisasi Konferensi Islam (OKI). Ini didorong olehkeinginannya yang kuat untuk mempersatukan dunia Islam dan mempererat ukhuwahIslamiyah. 

Faisal dikenal sebagai raja yang shalih dansangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Salah satu langkah awal dariprogram Faisal untuk mensejahterakan rakyatnya adalah me-'rumah'-kan rakyatnya.

Hal ini karena mayoritasrakyatnya adalah orang-orang Badwi yang memiliki pola hidup nomaden(berpindah-pindah tempat tinggal) di padang pasir. Faisal berpendapat carahidup seperti ini susah untuk membuat orang sejahtera.
Untuk itu Faisal membangun prasarana berupajalan beraspal, perumahan yang layak dan membuka lapangan pekerjaan di berbagaibidang untuk seluruh rakyatnya. Faisal juga membuat pembaharuan dalam bidangpendidikan. Tadinya perempuan tidak diberi kesempatan memasuki sekolah. Sejakzaman pemerintahan Faisal perempuan didorong untuk sekolah. "…untukpertama kali kita mendorong anak-anak perempuan untuk belajar di sekolahnegeri," kata Raja Faisal, seperti dikutip majalah National Geographic,edisi Januari 1966. 

Dengan dibuatnya jalan-jalan aspal modern digurun-gurun pasir Arab Saudi maka perjalanan di gurun menjadi jauh lebihsingkat. Sebuah perjalanan yang sebelumnya ditempuh 3-4 hari menjadi menjadihanya 6-7 jam. Tentu saja ini jadi semakin menggerakkan roda ekonomi. Lalulintas pun jadi semakin ramai. Gedung-gedung, apartemen-apartemen, danhotel-hotel berdiri dalam waktu singkat. Pemandangan itu jadi mendominasilangit Makkah, Madinah, Jeddah, dan Riyadh. 

Pada masa awal pemerintahan Faisal itu puladitemukan ladang-ladang minyak baru di perairan Arab Saudi, terutama di lepaspantai kota Dahran. Penempuan ini jelas berdampak positif bagi programpembangunan yang dicanangkan Raja Faisal. Penemuan emas hitam itu membenarkanjanji Allah dalam Al-Quran, "Jika penduduk suatu negeri beriman danbertakwa, Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi."

Sejak itu Arab Saudi menjadi negara dengansumber minyak bumi terbesar di dunia. Seluruh Timur Tengah pada tahun 1968menghasilkan 3,8 milyar barel pertahun, terbesar di dunia. Cadangan minyak yangbelum digali ada 248 milyar barel. Saingan terdekatnya adalah Afrika yangcadangan minyaknya 42,5 milyar barel.

Keadaan itu menjadikan negara-negara dikawasan Timur Tengah mempunyai posisi tawar tinggi dalam politik ekonomi minyakmelawan Uni Sovyet dan Amerika. Inilah yang disebut senjata minyak, karenakonsumsi minyak tertinggi adalah negara-negara industri yaitu Amerika, Jepangdan benua Eropa.

Dalam perang Enam Hari antara negara-negaraArab melawan Israel pada bulan Juni 1967, Arab Saudi tidak melibatkantentaranya. Namun pemerintah negeri itu memberikan subsidi ekonomi yang tinggikepada negara-negara Arab yang memerangi Israel, yakni Mesir, Yordan danSuriah.

Pada Perang Yom Kippur tahun 1973, perangbesar kedua antara Arab Israel, Arab Saudi kembali mengambil peran besar dalammendanai perang itu. Perang itu disebut Perang Yom Kippur karena peperangan ituterjadi pada saat hari raya umat Yahudi, Yom Kippur. Kadang disebut juga PerangBadar Baru karena terjadi pada bulan Ramadhan.
Berkat dukungan itu,pasukan Mesir yang terdiri ari sukarelawan Ikwanul Muslimin dan tentara regulerMesir menghasilkan kemenangan yang gilang-gemilang. Pasukan Israel terpukulmundur dari tepi timur Terusan Suez dan terpukul mundur pula dari sebagianJazirah Sinai.

Kemenangan ini juga berkat strategi yanghebat. Pada saat pasukan Mesir menyerang dari arah Barat, pada saat yang samatentara Irak dan Yordania menyerang dari arah timur, tentara Suriah dan Libanondari arah utara, serta mujahidin Palestina dari dalam kota-kota di wilayahpendudukan Israel. Sebagian besar biaya perang ini ditanggung oleh Arab Saudi.

Karena Amerika Serikat dan negara-negaraindustri Eropa diketahui menjadi pendukung penuh Israel, Raja Faisal kemudianmenggunakan minyak sebagai salah satu senjata perangnya. Ia memimpin embargominyak kepada negara-negara Barat. 

Akibatnya industri dan transportasi di negaraBarat menjadi kacau. Rakyat Amerika dan Eropa mengantri panjang untukmendapatkan BBM. BBM dijatah seperti Indonesia pada masa krisis. AkibatnyaAmerika terpaksa menghentikan sementara bantuannya kepada Israel.

Untuk mengatasi krisis Presiden AS RichardNixon sampai turun tangan langsung. Ia segera mengunjungi Raja Faisal dinegaranya pada bulan Juni 1974 dan memintanya menyerukan penghentian embargominyak dan perang Arab-Israel.

Dengan penuh izzah RajaFaisal berkata, "Tidak akan ada perdamaian sebalum Israel mengembalikantanah-tanah Arab yang dirampas pada tahun 1967!" Alhasil Nixon pulang kenegaranya dengan tanpa hasil.
Penolakan itu jelas membuat Amerika merasageram. Diam-diam mereka merencanakan sebuah operasi untuk menyingkirkan RajaFaisal.

Pada tanggal 25 Maret 1975Faisal wafat, dibunuh oleh keponakannya sendiri di istananya. Penyelidikanresmi menyatakan pembunuhan itu dilakukan sendiri. Namun banyak orang yakin,Amerika dengan CIA-nya berperang sebagai dalang pembunuhan itu.

Selamat jalan wahai raja yang adil danpemberani. Semoga Allah menempatkan engkau bersama para syuhada di surga-Nya.Wallahu a'lam bish-shawab. (Agung Pribadi)

COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Kangen Raja Faisal IbnuAbdul Azis
Kangen Raja Faisal IbnuAbdul Azis
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2014/11/kangen-raja-faisal-ibnuabdul-azis.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2014/11/kangen-raja-faisal-ibnuabdul-azis.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy