Melamar jadi sopir Asma Nadia

Amazing story for writter (please share) Oleh: Isa Alamsyah Di satu acara workshop menulis, tim manajemen Asma Nadia cukup kaget ketika ...

Amazing story for writter (please share)
Oleh: Isa Alamsyah
Di satu acara workshop menulis, tim manajemen Asma Nadia cukup kaget ketika mengetahui ada seorang sopir yang ikut workshop menulis dengan membayar penuh Rp 300.000 (setara 500 ribuan sekarang) tanpa menawar atau minta keringanan.
Seandainya ketika mendaftar dia bilang kondisinya, tentu saja kita akan memberi keringanan.
Tapi dia memilih untuk tidak diistimewakan.
Padahal di saat yang sama ada 5 mahasiswa minta keringanan karena mereka mengaku mahasiswa.
Saat itu akhirnya kita beri mereka beasiswa gratis mengikuti workshop.
Dan konyolnya kelima-limanya tidak ada yang datang.
(Ket tambahan: Kejadian ini membuat kami tidak mudah lagi memberi fasilitas gratis, karena kalau dikasih gratis akan diperlakukan gratisan - disembarangin. Setahun sebelumnya kami memberi fasilitas gratis ke 5 santri juga tidak datang semuanya).
Di sela sela workshop, pemuda itu juga mengatakan sedang menyusun buku. Hanya saja saat itu belum selesai.
Lalu pemuda itu bercerita bahwa ia bisa membantu online Asma Nadia yang sebenarnya saat itu sudah cukup mapan.
Sekalipun latar (sopir) dan wajah tidak meyakinkan, Asma Nadia tetap menujukkan wajah antusias kepada pemuda tersebut.
Akan tetapi, kami mengatakan belum membutuhkan pegawai baru.
Singkat cerita workshop sudah selesai pemuda itu tetap menjalin komunikasi.
Saya sendiri sempat komunikasi lewat facebook, dan membaca karyanya yang diupload online.
Suatu hari sopir kami berhenti dan kami membutuhkan sopir baru.
Pemuda itu menawarkan diri menjadi sopir, sambil menjanjikan di waktu senggang akan membantu online.
Kami tak berharap banyak dengan janji onlinenya tapi yang penting dia bisa nyopir.
"Berapa gaji kamu di sana?" tanya saya
"Ah saya ikut standar di sana saja," jawab pemuda itu.
"Kita gajinya sih standar saja, sekitar 1,5 juta, dengan lain-lain bisa 2 jutaan." jawab saya
(waktu itu UMR masih 800 rribu - 1 jutaan).
Pemuda yang nyopir di Banten itu antusias ketika mendengar jumlah gaji.
"Wah mantap, saya biasa dapat 1 jutaan sampai 1,5 juta."
Kami sama-sama hepi, saya senang karena dia merasa dibayar pantas, dan pemuda itu juga senang dapat gaji lebih banyak.
Singkat cerita pemuda itu akhirnya menjadi sopir di Asma Nadia.
Bukan sopir kantor tapi sopir pribadi.
Ia mengantar anak, Asma atau saya untuk acara keluarga, dll.
Di perjalanan pemuda itu bertanya tanya tentang kepenulisan, dll.
Akhirnya saya menyempatkan untuk membaca karyanya.
Mengkritisi, membolak balik, menyusun dan mengedit sampai akhirnya tulisannya layak jadi buku.
Butuh 3 tahun lebih sampai akhirnya bukunya diterbitkan.
Dan buku itu adalah "Mengejar-Ngejar Mimpi" karya Dedi Padiku.
Tahukah apa yang paling menarik dari kisah ini?
Ini saya tahu justru setelah bukunya terbit.
Ternyata gaji Dedi di Banten ketika jadi sopir dokter mencapai 2,5 juta sampai 3 juta (karena selain nyopir juga jadi asisten dokter).
Dia sengaja merendah-rendahkan gajinya supaya diterima jadi sopir.
Dia takut kalau bilang gajinya 3 jutaan, justru tidak diterima Asma Nadia.
Atau takut saya jadi gak enak merekrut orang dengan gaji lebih renda.
Dedi tahu gajinya berkurang.
Tapi dia juga tahu kalu jadi sopir Asma Nadia dia bisa belajar kepenulisan nyaris tiap hari gratis tanpa workshop.
Dia bisa tanya segala hal kepenulisan tanpa menunggu waktu khusus.
Dan pilihan Dedi benar.
Jika bertahan hanya jadi sopir, mungkin ia akan menjadi sopir dengan gaji lumayan.
Kini Dedi Padiku menjadi salah satu tokoh inspirasi Indonesia.
Bukunya akan difilmkan, dan membuat kisahnya mengejar impian menjadi sumber inspirasi Indonesia.
Dedi selalu bilang,
"Beruntung sekarang ada KBM. Ada sosmed. Mudah mendekati penulis. Saya dulu harus berjuang mati matian keliling jakarta untuk menemui penulis satu persatu hanya untuk memperkenalkan diri."
Jadi kalau masih ada yang berkeluh kesah di KBM.
Seharusnya malu dengan Dedi Padiku.



https://www.facebook.com/AsmaNadia.Penulis/posts/10156021797255422

https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/979691598759398/


COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Melamar jadi sopir Asma Nadia
Melamar jadi sopir Asma Nadia
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2015/08/melamar-jadi-sopir-asma-nadia.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2015/08/melamar-jadi-sopir-asma-nadia.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy