Apa sih yang harus saya lakukan biar diterbitkan?

Oleh: Isa Alamsyah (oleh oleh kopdar 2 lanjutan) Pertanyaan ini yang muncul ketika sharing kepenulisan saat Kopdar jakarta dalam rangka...


Oleh: Isa Alamsyah
(oleh oleh kopdar 2 lanjutan)
Pertanyaan ini yang muncul ketika sharing kepenulisan saat Kopdar jakarta dalam rangka mengikuti pertemuan Komunitas nasional Sabtu 26 September 2015.
Saya menjawab simple,
"Kalau kamu membuat karya yang bisa menguntungkan, pasti diterbitkan."
Jawaban semua penerbit sama.
Mereka menerima karya yang dianggap bisa menghasilkan profit.
Penerbit itu badan usaha dan tugas utama badan usaha menghasilkan profit.
Akan tetapi saya sendiri tidak melihat karya hanya dari naskah tapi lebih banyak lagi.

FAKTOR PENULIS
Pertama eksistensi penulis.
Penulis yang sosoknya eksis pasti bukunya lebih menjual.
Misalnya Ciputra menulis buku, sekalipun reputasinya adalah developer tetap saja orang mau belajar dari tokoh tersebut.
Saya menerbitkan Think Dinar dulu, karena sebelum membuat buku dia sudah bangun komunitas grup dinar dengan 3000 member jadi sudah eksis.
Buat saya kalau dia anggota KBM dia gak eksis tulisannya gak mendapat banyak tanggapan, lah kenapa saya ambil dia, kalau banyak anggota lain lebih bagus. Misalnya.
David Foster produser musik mengatakan dia mencari bakat baru terutama yang sudah eksis di youtube.
Tentu saja ini berdasarkan fakta Justin Bieber meledak setelah eksis di youtube dan beberapa contoh lainnya.

Kedua, penulisnya "bunyi"
Kalau penulis bunyi berarti dia berkoar atas karyanya.
Jadi penerbit gak kerja sendirian.
Salah satu kenapa misalnya film yang diangkat dari novel Asma Nadia lumayan sukses di pasaran Alhamdulillah, selain karena ridho Allah tentunya - juga karena penulisnya bunyi - berkoar.
jadi produser juga mencari novel yang penulisnya mau bunyi.
Penerbit juga cari penulis yang bunyi.
Jonru kalau bikin buku laku saya gak kaget, kalau gak laku saya malah kaget.
Karena selain tulisannya, penulisnya juga bunyi dan eksis.

Ketiga, penulisnya punya attitude atau sikap atau akhak atau spiritual positif.
Siapapun tidak mau bekerja sama dengan orang menyebalkan.
Saya mending gak punya bisnis baru daripada punya bisnis dengan orang menyebalkan.
Penerbit juga gak suka dengan orang yang menyebalkan.
Karya bagus, ditulis orang menyebalkan - pada akhirnya akan mengurangi pasar.

Dedi Padiku direkrut ke ANPH dan bukunya diterbitkan karena sikap.
Tulisannya bagus tapi masih banyak yang harus dirombak.
Lalu kenapa saya mau menghabiskan waktu merombak, karena attitude nya bagus. Semangatnya bagus, motivasinya bagus.

Ada anggota KBM yang cukup bagus tulisannya, saya sempat mau kerja sama. Tapi karena sikapnya tidak menyenangkan, ya kita tidak jadi tawarkan.

Pernah juga seorang motivator sedang merintis karir, saya bantu bukunya.
Setelah berhari-hari memperbaiki karyanya - dia mau ikut campur urusan cover. Cover kita diprotes dan dia kasih cover yang jauh lebih norak.
"Ini kan masalah nama baik saya." katanya
Pernyataan itu bersayap sama saja menuduh saya tidak peduli dengan nama baik dia - padahal seminggu lebih kita sedang memperbaiki citranya.
Saya hentikan kerja sama - gak peduli rugi waktu.
Awalnya cuma kerja bantu saja akhirnya dia bayar mahal untuk sesuatu yang awalnya saya gratiskan.

Ada anak KBM
inbox saya
lalu saya kasih semangat - "ditunggu postingannya"
lalu dia jawab
Hmmmmmmmmm...ok
ini sikap tidak sopan - kesannya saya membebani
lalu saya jawab lagi
Hmmmmmmmm...gak usah posting juga gak apa
dia bisa menjawab OK - cukup
Tapi menuujukkan sikap malas atau mikir hmmmmmmm, jawaban yang membuat mood saya jadi malas membantu

Sikap itu penting
lebih penting bahkan dari skill
Orang skill rendah dengan sikap positif membuat orang mau bantu
Orang degan skill tinggi sikap menyebalkan - akan ditinggalkan.
Karena bekerja sama dengan orang beraura negatif menghabiskan waktu dan energi.
Kalau di buku Salon Kepribadian, Jangan Jadi Muslimah Neybeelin sikap sehari hari yang menyebalkan dibahas.
Pada prakteknya itu juga berpengaruh dalam dunia bisnis.
Keempat, Netwrok
Penulis yang membangun jaringan akan lebih mungkin laris bukunya.
Sementara sampai di sini dulu

COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Apa sih yang harus saya lakukan biar diterbitkan?
Apa sih yang harus saya lakukan biar diterbitkan?
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2015/09/apa-sih-yang-harus-saya-lakukan-biar.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2015/09/apa-sih-yang-harus-saya-lakukan-biar.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy