Kelalaian yang Fantastis

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Asma Nadia  Sebuah status di  Twitter  membuat saya tergelitik: Butuh waktu ratusan tahun membangun pyramid. Butuh wakt...

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Asma Nadia 

Sebuah status di Twitter membuat saya tergelitik: Butuh waktu ratusan tahun membangun pyramid. Butuh waktu 2.000 tahun untuk membangun tembok Cina. Butuh waktu sampai kiamat untuk membangun jalur pantura. 

Setiap tahun pantura selalu rusak. Sekalipun jadwal mudik tahunan sudah bisa diperkirakan sejak lama, tetap saja di masa Ramadhan bahkan mendekati hari raya jalanan pantura masih dalam kondisi perbaikan.

Setiap tahun pula, jalur tersebut selalu memakan korban. Padahal, semua tahu ada jutaan orang yang akan melaluinya di masa puncak mudik setiap tahunnya.
Jumlah korban yang jatuh pun tak sedikit. Bahkan korban mudik di Indonesia bisa mengalahkan jumlah korban bencana, kecelakaan besar, bahkan korban perang di belahan dunia lain.

Spanyol baru saja mengalami kecelakaan kereta terburuk yang memakan korban 78 orang. Jumlah itu bahkan tidak mencapai 1/10 korban mudik tahun 2012.

Revolusi Mesir yang menjatuhkan Husni Mubarak, berlangsung selama 18 hari, dan menewaskan 297 orang. Jumlah ini juga belum mencapai sepertiga korban mudik di Tanah Air tahun lalu.

Dalam waktu hanya 14 hari, 908 orang tewas akibat kecelakaan mudik tahun 2012, dari 5.233 kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan yang terjadi telah menyebabkan luka berat 1.505 orang, dan luka ringan 5.139 orang.

Memang Kabag Analis Kebijakan Korlantas menganalisis hanya 15 persen faktor jalan (atau sekitar 136 nyawa), tapi bukankah itu juga jumlah yang tidak bisa dianggap sepele? Data lain menunjukkan 28 persen (188 jiwa) kecelakaan lalu lintas disebabkan faktor manusia. Mungkin di antaranya akibat melajukan kendaraan dalam kecepatan tinggi, fokus yang terganggu karena tak beralih dari ponsel, mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk, dan lain-lain.

Tapi terkait stamina, tentu saja pengemudi akan mengalami kelelahan yang sangat berlebih jika perjalanan yang dalam keadaan normal bisa ditempuh dengan waktu delapan jam, lalu disebabkan kondisi jalan yang rusak berat, akhirnya ditempuh dengan waktu 24 jam. 

Data lainnya, 20 persen faktor alam, 18 persen faktor kendaraan yang digunakan, dan lain- nya.

Sebenarnya data penting yang harus diperhatikan adalah berapa persen dari kecelakaan yang terjadi merupakan akibat kelalaian manajemen mudik?

Jalan rusak yang tidak beres perbaikannya adalah tugas manajemen pemerintahan. Kelelahan akibat semrawutnya jalan dan kurangnya jalan alternatif juga bisa menjadi kesalahan manajemen pemerintahan. Dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan disiplin berkendaraan.

Tapi pemerintah dipilih dan mendapatkan kepercayaan untuk mengatur, sehingga tuntutan bahwa pemerintah harus mampu mengatur adalah suatu kewajaran. 
Rasulullah bersabda, "Seorang mukmin tidak boleh jatuh dua kali ke dalam lubang yang sama." (HR Muslim). 

Dalam soal korban mudik, yang terjadi pemerintah dan ma syarakat bukan hanya terjatuh ke dalam lubang yang sama, tetapi setiap tahunnya kembali terjatuh bahkan ke dalam lubang yang lebih dalam, mengingat setiap tahun jumlah korban mudik bukan berkurang tapi bertambah. Pertanyaannya, apakah tahun ini akan kembali bertambah? 

Sepertinya butuh peringatan besar di setiap media yang mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk bekerja lebih keras dan sungguh-sungguh dalam mengurangi jumlah korban mudik lebaran. Berapa korban mudik tahun ini? Tahun lalu sebanyak 908 orang.

Saya percaya pemerintah tidak diam dan berusaha. Saya percaya menteri per- hubungan dan semua pihak terkait telah bekerja keras untuk membuat perubahan. Tapi kerja keras yang dilandaskan evaluasi sungguh-sungguh seharusnya berbanding lurus dengan hasil yang lebih baik. Jika yang terjadi sebaliknya, maka secara kasat mata siapa pun bisa menilai bahwa semua tak lebih dari omong besar dan sekadar menghabiskan anggaran dalam bahasa perbaikan pelayanan.

Dan alangkah naifnya jika masih ada yang berdalih bahwa umur adalah urusan Tuhan, karena jika nyawa manusia hilang akibat kelalaian yang berulang, termasuk dalam mengurus mudik, maka bersiap-siaplah mempertanggung - jawabkannya nanti di hadapan Tuhan.

Hari Raya Idul Fitri adalah momen berbahagia bagi siapa saja. Saatnya bertemu dan berkumpul dengan orang-orang tercinta. Dan betapa pedih serta menyakitkan, jika keluarga harus kehilangan orang-orang yang mereka cintai akibat kelalaian yang sebetulnya bisa dihindari.

COMMENTS

Nama

Agung Pribadi,27,Ari Kinoysan Tips,88,Asma Nadia,4,Automation,1,Bahagia,1,Bayi,1,Belajar Menulis,66,blog dedi,1,Bot,1,Buku,2,Business,2,Catatan Hati Seorang Istri,3,Curhatku,16,dedi,1,Dedi Padiku,4,Facebook,1,Film,1,Fitur Terbaru Blogger,1,Full width,4,Gallery,4,Google Plus,10,Hot,23,Iklan,1,Instagram,1,Internet,1,Komentar,3,Live,1,Mario Teguh,1,Marketing,3,mengejar mimpi,4,Mengejar Ngejar Mimpi,3,Motivasi,5,News,2,Republika Online,1,Resonansi Republika Online,20,Rumah Baca Asma Nadia,9,Sinetron,1,Tips Menulis Isa Alamsyah,36,Tutorial Blog,5,Website,3,
ltr
item
Dedi Padiku: Kelalaian yang Fantastis
Kelalaian yang Fantastis
Dedi Padiku
http://www.dedipadiku.com/2015/04/kelalaian-yang-fantastis.html
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/
http://www.dedipadiku.com/2015/04/kelalaian-yang-fantastis.html
true
8571116810322177122
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy